Pidato Perdana Presiden

Assalamu’alaikum. Ini adalah penayangan perdana pidato singkat dari seorang presiden. *Menebar Bunga

Perkenalkan saya adalah seorang Predisen Republik Finnynesia. Sebelumnya nama saya adalah Finny Arkanila, namun karena ulah seseorang yang telah merusak nama baik dan benar saya, akhirnya nama tersebut berubah menjadi  Finy Arkana setelah beberapa huruf ia bumi hanguskan.

Baiklah. Kali ini izinkan saya sedikit bercerita.

Ada seseorang bernama Ken Patih Arkana yang terpaksa saya angkat menjadi pacar, karena mengaku telah kecurian hatinya dan bersikeras akan menuntut ke pihak berwajib jika permintaannya tidak terpenuhi.

Seseorang tersebut pernah berkata, “Kadang-kadang kamu seperti anak kecil.”

Pada saat dia mengatakan hal tersebut, rasanya ingin saya tuntut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Berani-beraninya dia memacari anak di bawah umur. Hal tersebut jelas melanggar Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 Tentang perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Namun, karena apa yang dia katakan itu benar adanya, maka tuntutan tersebut tidak jadi saya layangkan. Ya, benar bahwa saya masih anak kecil.

Anak kecil??

Ah… Itu sedikit kasar.

Karena saya seorang penulis sekaligus presiden, kata anak kecil akan saya ganti menjadi Syndrome Baby Face. Bukan tanpa alasan atau karena ke-GR-an saya menyatakannya. Namun, sepertinya saya benar-benar mengalami penyakit Syndrome Baby Face. Buktinya, ketika melakukan penelitian di SMPN 12 Palu, saya menerima beberapa surat ungkapan hati. Yah… Walaupun kalimat-kalimatnya hasil saduran dari Om Google, tapi saya menghargai usaha mereka, dan akan membacakan beberapa surat di pidato perdana ini.

Pertama :
Aku jujur
Kalau dekat denganmu
Aku ngantuk terus
Karena sebenarnya
Aku nggak bisa tidur
Kalau kau jauh dariku

Ke-dua :
Aku tak seperti yang tampak
Aku tak sekuat yang terlihat
Aku tersenyum
Hanya agar kamu tak tahu
Bahwa sebenarnya aku rapuh
Jangan pergi … Kumohon

Ke-Tiga :
Bila aku hanya sesaat bagimu
Jangan biarkan aku terlanjur menyayangimu
Bila kutak mampu pergi darimu
Jangan kau salahkan aku
Karena kau yang telah buat aku menyayangimu.

Ke empat :
Perpisahan seringkali mendatangkan kesedihan yang mendalam
Apalagi jika kita akan ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai.

Cukup! Saya tidak mampu lagi melanjutkannya. Ungkapan isi hati mereka terlalu menyakitkan untuk dibaca. *Baper

Jadi, bagaimana? Bukankah ungkapan-ungkapan di atas adalah bukti yang sangat kuat untuk mengatakan bahwa saya masih sangat-sangat muda dan berhasil menggaet hati anak-anak SMP? Silakan anda menyimpulkannya.

Sebelum saya menutup pidato kali ini, saya ingin menyarankan kepada anda yang telah membaca agar segera berkonsultasi ke dokter-dokter terdekat sebelum terkena gangguan jiwa atau gegar otak kelas kakap stadium empat.

Terima kasih
Wassalam

Related Posts: