Apa Alasan Kita Menulis?

Ada banyak pertanyaan seputar menulis yang sering dilontarkan kepada saya. Tentang bagaimana cara menulis yang baik, bagaimana menemukan ide, dan bagaimana begini begitu lainnya. Akan tetapi, terlepas dari itu semua, ada hal lebih penting yang harus kita ketahui sebelum menulis. Yaitu …

Apa alasan kita menulis? Apa motivasi kita menulis?

Segala sesuatu yang dilakukan tanpa alasan, tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal bahkan jauh dari kata berkualitas. Jatuhnya akan hambar atau garing. Jadi, ciptakan alasan yang terbaik dan kuat sebelum menulis. Alasan itulah yang akan membawa kita pada karya-karya luar biasa nantinya. Alasan itulah yang akan terus mengingatkan kita ketika sedang malas menulis. Alasan itu serupa nyanyian yang harus diputar secara terus-menerus dalam pikiran agar semangat yang sempat down, up lagi.

Kalau perlu, alasan tersebut ditulis sebesar mungkin dengan huruf-huruf indah lalu tempel di tempat-tempat yang sering terjangkau mata untuk lebih mudah mengingatkan bagi kita yang pelupa. Mengapa? Agar ketika melihatnya, kita kembali tergugah untuk menulis, menulis dan menulis lagi.

Sikap intensif menulis yang kita terapkan adalah jawaban atas segala pertanyaan mengenai bagaimana menciptakan tulisan yang berkualitas, bagaimana cara menulis sehingga bisa mengalir, bagaimana cara merangkai kalimat-kalimat indah. Jawabannya sederhana saja. Teruslah menulis. Sebab menulis butuh pembiasaan.

Berikut saya cantumkan beberapa alasan yang sering orang lain gunakan:
Menulis sebagai jalur dakwah untuk mendapat pahala.
Menulis untuk kado pacar.
Menulis untuk menghasilkan uang.
Menulis agar terlihat keren.
Menulis untuk curhat.
Menulis untuk menuangkan ide yang unik.
Menulis membuat kita lebih kreatif.
Menulis agar hidup lebih bersemangat.
Dan masih banyak lagi alasan mengapa seseorang menulis.

Silakan temukan jawaban dari pertanyaan : atas dasar apa anda ingin menulis? Sebab setiap orang punya alasan sendiri. Namun, buatlah alasan kuat di antara alasan paling kuat.

Beberapa tahun silam seseorang pernah bertanya kepada saya mengenai hal tersebut. Terang saja saya menjawab, “Saya ingin menjadi penulis karena penulis itu keren, agar terkenal”. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, saya menyaksikan banyak bermunculan boy/girl band korea yang jauh lebih keren, jauh lebih terkenal daripada seorang penulis. Hal tersebut menjadikan seorang penulis tidak lagi sekeren yang selama ini saya bayangkan. Fans mereka tidak  lebih banyak dari artis-artis korea tadi.

Lalu, apakah dengan begitu saya berhenti menulis? Tidak!! Saya menemukan alasan yang lebih berharga dari sekedar keren. Yaitu …

“Menulis demi sebuah kehidupan yang abadi”

Jujur saja, saya adalah seseorang yang sedikit egois, berharap dapat hidup lebih lama dari harusnya. Berharap dapat hidup abadi dan melihat dunia ini berganti-ganti zaman. Tapi apa mau dikata, saya hanya sekedar manusia yang punya batas usia.

Dan, saya menemukan cara paling canggih untuk hidup abadi yaitu dengan menulis. Jasad saya boleh mati. Jiwa saya boleh terlepas dari jasad. Namun, dengan menulis nama saya akan selalu terekam dalam sejarah. Dapat diingat bahkan setelah hancurnya jasad dalam pelukan bumi.

So, temukan alasan anda dan teruslah menulis.

Salam Karya
Finy Arkana

Related Posts: